Susu Nabati Pengganti Susu Sapi

September 3, 2018kesehatan Standard

Seperti kita ketahui banyak diantara kita yang tidak suka mengkonsumsi susu hewani, baik yang paling populer seperti susu sapi, maupun susu lainnya seperti susu kuda, susu kambing, susu unta, dan susu hewani lainnya. alasan ketidaksukaan pun beraneka ragam, ada yang memang di larang minum susu sapi karena alergi, ada yang tengah menjalani program diet, ada pula yang sekadar tidak menyukai rasanya. Dengan alasan tersebut telah banyak bermunculan minuman alternatif pengganti susu sapi, satu jenis minuman yang paling populer adalah susu nabati.

Seperti namanya, susu nabati berasal dari tanaman dan bukan dari hewan, susu nabati telah dikonsumsi berabad-abad yang lalu dan telah dikenal di Indonesia cukup lama, beberapa jenis susu nabati yang terkenal di Indonesia diantara nya, susu kedelai, susu beras, susu kelapa/santan, dan susu kacang almond. Selain dinilai lebih menyehatkan dibandingkan susu sapi, susu nabati juga relatif mudah di dapatkan, bahkan dapat dibuat sendiri di rumah.

Berikut beberapa jenis susu nabati yang direkomendasikan sebagai pengganti susu sapi yang tidak kalah menyehatkan.

  1. Susu kedelai

Susu nabati satu ini merupakan susu nabati yang paling populer dibandingkan susu nabati lainnya. susu ini sudah populer sejak lama dan dapat ditemukan hampir di setiap di Indonesia dengan penamaan yang berbeda-beda seperti di sulawesi yang menyebut susu kedelai dengan air tahu. Terbuat dari sari biji kacang kedelai, kandungan susu ini hampir mirip dengan susu sapi yaitu 2% lemak, 2,9% persen karbohidrat, dan 3,5 % protein. Beberapa khasiat dari susu kedelai diantaranya, dapat mencegah penyakit kanker, penyakit jantung, dan mencegah osteoporosis.

  1. Susu beras

Susu beras di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan tajin. Tajin berbahan dasar beras dan air. Semua jenis beras dapat dibuat menjadi tajin namun menurut peneliti yang terbaik adalah jenis beras merah. Kandungan susu beras relatif sama dengan susu sapi, hanya saja lebih sedikit mengandung protein dan nutrisi, sebaliknya susu beras mengandung tiga kali lipat kadar gula dibandingkan susu biasa, sehingga para peneliti tidak menyarankan susu beras dikonsumsi tanpa takaran yang baik karena dapat menimbulkan malnutrisi terutama pada bayi.

  1. Susu kacang almond

Diantara susu nabati lainnya, susu kacang almond yang paling baru populer di Indonesia sehingga untuk mendapatkan susu kacang almond yang telah diolah akan sangat sulit. Seperti halnya susu kedelai, susu kacang almond terbuat dari sari kacang almond yang diolah. Susu kacang almond terkenal dengan kandungan lemak tak jenuh yang sangat rendah serta tidak mengandung gula susu sehingga sangat baik dikonsumsi bagi mereka yang tengah dalam proses diet, orang yang tengah mengalami penyakit jantung dan gangguan kolesterol juga direkomendasikan meminum susu ini. Selain itu kandungan Vitamin E yang cukup tinggi dinilai mampu memenuhi kebutuhan 50%kebutuhan Vitamin E harian tubuh kita.

  1. Susu kelapa

Susu kelapa atau lebih dikenal dengan santan merupakan susu nabati yang paling mirip dengan susu sapi dari segi warna dan tekstur. Dalam secangkir santan, mengandung lemak total 57 gram, 552 kalori, 5 gram protein, 0 mg kolesterol, 36 gram natrium, 4% kalsium, 11% vitamin C, dan 22% zat besi. diantara susu nabati lainnya, susu kelapa yang paling sedikit mengandung protein selain itu susu kelapa yang disimpan terlalu lama perlahan akan mengurangi nutrisi nya dan rusak. Umumnya susu kelapa di konsumsi sebagai campuran makanan lain seperti kolak, es kacang hijau, ataupun bajigur. Sangat sedikit orang yang mengkonsumsi susu kelapa secara langsung.

Secara umum kandungan dari susu sapi adalah yang terbaik, namun bagi orang-orang yang cenderung menghindari susu sapi dengan alasan tertentu dapat memilih salah satu dari susu nabati yang telah diuraikan. Susu nabati yang disebutkan di atas menurut peneliti dapat menjadi alternatif pengganti susu sapi, dengan berbagai khasiat tambahan, hanya saja yang perlu diperhatikan adalah penggunaan susu nabati bagi bayi tidak dianjurkan karena kandungan protein dan kalsium susu nabati lebih sedikit dibandingkan susu sapi maupun ASI.

Leave a Reply