Permainan Anak yang Mendidik di Usia SD

February 7, 2019Rumah Tangga, Umum Standard

Permainan Anak yang Mendidik di Usia SD

Bicara tentang permainan edukatif, umumnya yang terbesit di pikiran kita adalah permainan untuk balita. Padahal anak masih perlu bermain mungkin hingga usia SD. Lalu, apa saja sih permainan anak usia SD yang sifatnya mendidik? Mari kita tahu agar nanti bisa memilih permianan anak yang dapat mendukung kepintaran akal, fisik, dan sosial secara sinergi.

Usia nol sampai enam tahun merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak yang harus dioptimalkan. Dalam rentang usia tersebut, sang anak dapat menyerap informasi dengan baik dan cepat. Agar optimal, maka stimulasi sensorik harus terus diberi agar otak anak berkembang.

Stimulasi bisa dilakukan dengan berbagai permaianan yang mendidik sesuai dengan usianya agar tetap menyenangkan. Kebutuhan anak usia dua tahun tidak sama dengan anak usia enam tahun. Anak usia dua tahun masih fokus pada aktivitas fisik mereka sementara anak usia enam tahun sudah bisa diajak untuk mulai menggunakan akalnya.

Tentu dalam menentukan permainan yang cocok itu susah-susah gampang. Terkadang niat bermain jadi hilang karena bingung duluan harus main apa. Padahal sebenarnya bisa apa saja, tentu yang perlu diperhatikan adalah bagaimana manfaat permainan tersebut bagi perkembangan akal, fisik, dan sosialnya. Berikut ini merupakan sejumlah ide permainan anak yang mendidik di usia SD mereka yang dapat diberikan oleh orangtua mereka sesuai jenis kepintarannya.

  1. Kepintaran Akal
    Banyak permainan yang bisa dilakukan untuk membantu di aspek kepintaran akal anak. Di antaranya adalah puzzle angka, bermain bentuk-bentuk geometrik, kalkulator, origami sederhana, balok susun, mobil-mobilan, kereta api, dan sempoa, semua itu untuk kepintaran anak terkait angka. Kemudian ada jenis permainan lain berbentuk buku cerita, buku audio, stempel alfabet, mainan karakter, boneka, rumah-rumahan, telepon, dan laptop main, itu untuk menunjang kepintara terkait kata atau huruf. Lalu ada permainan terkait buku gambar, alat-alat gambar atau untuk mewarnai, papan tulis kecil, tanah liat mainan, itu untuk kepintaran gambar. Jenis terakhir adalah tebak-tebak deskripsi. Permainan ini bisa jadi sebuah permainan yang seru bagi anak. Permainan ini pun bisa dilakukan saat anak berusia tiga tahun. Orangtua menyebutkan deskripsi suatu benda, kemudian ditebak apa benda tersebut oleh sang anak. Permainan ini cocok untuk dilakukan saat terjebak macet misalnya.
  2. Kepintaran Fisik
    Yang kedua adalah permainan-permainan yang menunjang kepintaran fisik anak.Permainan seperti ini pun banyak. Jenis pertama untuk kepintaran tubuh yaitu permainan bola, tali untuk lompat tali, ayunan, kuda-kudaan, perosotan, sepeda roda tiga, dan gelembung sabun. Kemudian untuk kepintaran alam, dapat diberikan permainan menggunakan alat berkebuh, tenda mainan, karakter atau boneka, dan teropong. Dan terakhir permainan yang bisa dilakukan adalah permainan tradisional seperti galasin, petak umpet, atau engklek, sehingga budaya Indonesia pun bisa dikenalkan kepada anak.
  3. Kepintaran Sosial
    Jenis kepintaran berikutnya yang perlu diperhatikan bagi anak adalah kepintaran sosialnya. Banyak juga permainan yang bisa mendukung perkembangan kepintaran sosial anak. Jenis yang pertama adalah terkait buku diary, alat tulis atau gambar, dan adonan atau tanah liat mainan untuk mengeksplorasi kepintaran diri mereka. Kemudian permainan terkait tenda mainan, rumah-rumahan, bola, boneka, karater atau figur miniatur juga bisa dilakukan untuk menunjang kepintaran orang mereka. Selain itu bisa juga diberikan permainan role play yaitu misalnya bermain dokter-dokteran, atau penjual-pembeli yang meningkatkan imajinasi dan kemampuan dalam berbahasa dari sianak itu sendiri.

Itu dia permainan anak yang mendidik di usia SD mereka. Jangan takut kehabisan ide karena permainannya banyak. Stimulasikan anak melalui permainan anak yang mendidik yang sesuai dengan usianya untuk mengembangkan otaknya pada periode emas.

Leave a Reply